Workshop Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan di DKI Jakarta yang Berkarakter

Pada hari Selasa sampai dengan Kamis, tanggal 19-21 September 2017 Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi (PMS) melaksanakan kegiatan Workshop Penjaminan Mutu Pendidikan dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan di DKI Jakarta yang Berkarakter di Hotel Santika TMII. Pemerintah Daerah dalam siklus Penjaminan Mutu Pendidikan mempunyai tugas dan wewenang (1) Mengharmonisasikan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pengembangan SPMI-Dikdasmen pada satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus;  (2) Melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, pengawasan, dan pengendalian satuan pendidikan dalam pengembangan SPMI-Dikdasmen pada satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus;  (3) Memfasilitasi pemetaan mutu pendidikan dan pelaksanaan SPMI Dikdasmen pada satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus berdasarkan data dan informasi dalam sistem informasi mutu pendidikan;  (4) Melakukan fasilitasi pemenuhan mutu di seluruh satuan pendidikan sesuai dengan kewenangannya; dan (5) Menyusun rencana strategis peningkatan mutu pendidikan berdasarkan hasil pemetaan pendidikan sesuai kewenangan dan wilayah masing-masing.

Pelaksanaan Penjaminan Mutu Pendidikan di Provinsi DKI Jakarta telah berjalan dengan koordinasi dan komunikasi yang baik antara Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dengan LPMP DKI Jakarta. Namun masih perlu ditingkatkan dan dioptimalkan sehingga kegiatan workshop PMP menjadi kegiatan yang strategis untuk menentukan arah kebijakan kegiatan PMP di Provinsi DKI Jakarta sampai dengan tahun 2019, oleh karena itu dalam kegiatan tujuan yang ingin dicapai adalah:

  1. Menyusun rencana aksi/action plan program penjaminan mutu pendidikan di provinsi DKI Jakarta tahun 2017 – 2019.
  2. Menyusun peta jalan/road map program peningkatan mutu pendidikan berbasis 8 standar, yang didasarkan atas peta mutu pendidikan di provinsi DKI Jakarta tahun 2017 – 2019.

Kegiatan diawali dengan laporan dari Kepala Seksi PMS LPMP DKI Jakarta, Ibu Upi Purnamasari, S.Si selaku penanggung jawab kegiatan. Dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka kegiatan workshop secara resmi oleh Kepala LPMP DKI Jakarta, Bpk. Surya Fitri Nurulhuda, M.Si. Dalam pengarahannya, beliau menyampaikan tentang betapa penting dan strategisnya peta mutu pendidikan sebagai bahan penyusunan perencanaan peningkatan mutu pendidikan di DKI Jakarta. Namun dari hasil pemetaan yang telah dilakukan tahun 2016, masih dijumpai banyak kendala yang perlu dicarikan solusi/pemecahan masalah yang dituangkan dalam rencana aksi program PMP tahun 2017-2019. Selain itu, agar program PMP di DKI Jakarta memiliki target dan output yang jelas, maka perlu disusun peta jalan/road map PMP 2017-2019, sehingga arah kebijakan peningkatan mutu di DKI Jakarta dapat terpantau dengan mudah dan dapat diukur dari persentase sekolah yang mencapai SNP, dan persentase sekolah yang melaksanakan SPMI secara mandiri setiap tahunnya dari 2017-2019.

Kegiatan workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang berbagai pengukuran/pemetaan mutu yang terselenggara di DKI Jakarta, yang bertindak selaku narasumber adalah Bapak Jefry F. Haloho, ST, MM dari Satuan Tugas Penjaminan Mutu Pendidikan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Bapak Fatkhuri, M.A, M.PP dari Badan Akreditasi Nasional. Pemaparan tersebut telah memberikan penguatan kepada para peserta mengenai mekanisme, hasil dan kendala yang dihadapi dalam pemetaan/pengukuran mutu di DKI Jakarta, baik melalui aplikasi PMP terintegrasi Dapodik, maupun melalui akreditasi sekolah. Selain itu, workshop juga diwarnai dengan pemaparan tentang Kebijakan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) oleh Bapak Ir. Hendarman, MSc., Phd. dari Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal. Materi tentang PPK sangat penting untuk disampaikan kepada peserta, mengingat program PPK menjadi pengendali dalam upaya terwujudnya mutu pendidikan di DKI Jakarta yang berkarakter.

Setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber terkait Penjaminan Mutu di DKI Jakarta, seluruh peserta kemudian dibagi ke dalam 7 kelompok diskusi, yaitu 1 Kelompok tingkat provinsi, dan 6 kelompok tingkat suku dinas kab/kota. Tiap kelompok berdiskusi dan melakukan penyusunan Action Plan serta Road Map Penjaminan Mutu Pendidikan di DKI Jakarta. Kegiatan ini difasilitasi oleh widyaiswara LPMP DKI Jakarta, Bapak Dr. Kunandar, M.Si dan Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Drs. H.Bowo Irianto, M.Pd, dimana beliau juga menjabat sebagai Ketua Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD) DKI Jakarta. Melalui diskusi kelompok ini telah berhasil disusun 7rencana aksi implementasi PMP tahun 2017-2019, dan7 peta jalan capaian SNP serta sekolah yang melaksanakan SPMI secara mandiri, dengan rincian 1 rencana aksi dan peta jalan tingkat provinsi, serta 6 rencana aksi dan peta jalantingkat kab/kota. (yuli —Seksi PMS LPMP DKI Jakarta – 2017 –)

    Angkatan 1 (Penguatan Pendidikan Karakter) Kegiatan Pelatihan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) hari pertama tanggal 7 Agustus 2017 dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan dalam sambutannya tentang pentingnya penguatan pendidikan karakter. Hanya dengan karakter yang kuat dan kompetensi yang tinggilah jati diri bangsa menjadi kokoh, kolabarasi dan daya saing bangsa meningkat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan era abad 21. Untuk itu pendidikan nasional harus berfokus pada penguatan karakter disamping pembetukan kompetensi. Penguatan karakter bangsa menjadi salah satu butir Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah karsa (estetik), olah pikir (literasi) dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), yang kemudian disebut Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dengan menerapkan PPK diharapkan akan mengembangkan platforma pendidikan nasional yang meletakkan makna dan nilai karakter sebagai jiwa atau generator utama penyelenggaraan pendidikan dengan memperhatikan kondisi keberagaman satuan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Mengembalikan pendidikan karakter sebagai ruh dan fondasi pendidikan serta merevitalisasi dan memperkuat kapasitas ekosistem pendidikan (kepala sekolah, guru, pengawas dan komite sekolah) untuk mendukung perluasan implementasi pendidikan karakter. Modifikasi intrakurikuler agar lebih memiliki muatan pendidikan karakter. Kemudian ditambahkan kegiatan dalam kokurikuler dan ekstrakurikuler. Integrasi ketiganya diharapkan dapat menumbuhkan budi pekerti dan menguatkan karakter positif anak didik. Pengembangan nilai-nilai karakter dan optimalisasi pengembangan potensi peserta didik secara harmonis melalui keseimbangan filosofi pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara, olah hati (etik), olah karsa (estetik), olah pikir (literasi) dan olah raga (kinestetik) diharapkan akan menghasilkan generasi emas Indonesia yang religius, nasionalis, berintegritas, mandiri dan bergotong royong sesuai dengan tujuan pendidikan nasional berdasarkan pasal 3 UU no. 20 Sisdiknas tahun 2003. Semoga PPK dapat menumbuhkan semangat belajar dan mengoptimalkan potensi peserta didik sehingga menjadi warga negara yang memiliki karakter kuat, mencintai bangsanya dan mampu menjawab tantangan era global serta mampu menghadapi dinamika perubahan di masa depan dengan keterampilan abad 21.