Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Team Games Tournament

SUPRIYANTO - SDN DUREN SAWIT 13 PAGI

Abstract, This study aimed to improve the results of students’ mathematics learning about fractions arithmetic operation fourth grade through the implementation of cooperative learning model Time Games Tournament (TGT). This action research classroom the subjects were 29 students from class IV A SDN Duren Sawit13 Pagi. This action research consisted of three cyclesin four steps, they were planning, implementation, observation and reflection. Indicators classical completeness is 70%. Data were collected by using the results of the test, documentation, and observation. Mathematics learning outcome of students also increased. The average of first cycle 65,51, second cycle 69,65, and third cycle 73,79. Competness learning In the first cycle obtained 68,96% second cycle 75,86%;and third cycle 82,75%. Based on the results of the study, the authors can conclude that the model of cooperative learning TGT can results of students’ mathematics learning about fractions arithmetic operations.

Keywords: cooperative, TGT, learning outcomes, arithmetic operations

Abstrak, Penelitian ini berlatar belakang bahwa hasil ulangan matematika tentang operasi hitung pecahan belum tuntas.Penelitian ditujukan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung pecahan kelas IV SD melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas.Subjek penelitian adalah semua siswa kerlas IV A SDN Duren Sawit 13 Pagi sebanyak 29 orang. Penelitian tindakan kelas terdiri dari tiga siklus masing‐masing empat langkah, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Teknik pengumpulan data menggunakan hasil tes, dokumentasi, dan observasi dalam pelaksanaan pembelajaran.Indikator ketuntasan klasikal ialah70% dari jumlah siswa menguasai operasi hitung pecahan.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar matematika siswa. Rerata pada siklus I sebesar 65,51; siklus II 69,65; dan siklus III 73,79. Ketuntasan belajar siklus I diperoleh 68,96%; siklus II 75,86%;siklus III 82,75%. Terdapat peningkatan rerata dan ketuntasan hasil belajar dari siklus I, II dan III. Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat simpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung pecahan.

Kata kunci: kooperatif, TGT, hasil belajar, operasi hitung

    ♦  PMS - Pendampingan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan 11 September 2017 s.d 10 Nopember 2017  ♦  FPMP - Monev Pelaksanaan Pendampingan Implementasi K13 di SMA sasaran tahun 2017 ♦  Monev Pelaksanaan Pendampingan Implementasi K13 di SMK sasaran tahun 2017 ♦  Monev Pelaksanaan Pendampingan Implementasi K13 di SD sasaran tahun 2017