Pendampingan Pengembangan SD Rujukan tahun 2016 di SDN Cipinang Muara 05 Jakarta Timur

Sekolah Dasar Rujukan adalah satuan pendidikan di tingkat sekolah dasar yang memiliki keunggulan akademik dan non akademik dalam penyelenggaraan sistem pendidikan sehingga menjadi tolak ukur (benchmark) bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.

Pengembangan Sekolah Dasar Rujukan (SD Rujukan) mengarah kepada terselenggaranya layanan Pendidikan Dasar yang berkualitas melalui pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). SD Rujukan diharapkan menjadi rujukan atau contoh bagi sekolah lain dalam pengembangan pengetahuan dan pelaksanaan praktik-praktik yang baik (best practices).

Pada tahun 2016 di Provinsi DKI Jakarta telah ditetapkan 6 Sekolah Dasar Rujukan, yaitu SDN Semper Timur 07 Jakarta Utara, SDN Cipinang Muara 05 Jakarta Timur, SDN Pondok Pinang 10 Jakarta Selatan, SDN Kebon Jeruk 11 Jakarta Barat, SDN Menteng 03 Jakarta Pusat, dan SDN Pulau Panggang 02 Kepulauan Seribu.

Berikut ini salah satu kegiatan pendampingan di sekolah dasar rujukan tersebut.

Di SDN Cipinang Muara 05, penyusunan dokumen kebijakan dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan evaluasi diri sekolah. Hasil evaluasi diri sekolah digunakan sebagai dasar menyusun program kegiatan sekolah termasuk review kekinian isi dan misi sekolah. Pada kegiatan pendampingan, dilakukan penyempurnaan dokumen kebijakan sekolah.

Pembelajaran yang dilaksanakan di kelas SDN Cipinang Muara 05 telah menggunakan berbagai model pembelajaran. Pada kegiatan pendampingan, para guru berlatih berbagai model pembelajaran termasuk metode memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam pembelajaran di kelas. Selanjutnya dilakukan pertemuan kasek dan guru untuk membahas kemajuan dalam proses pembelajaran di kelas.

Di area sekolah disediakan pojok baca tempat anak-anak berkumpul saat istirahat dan dijadwalkan siswa-siswa yang berkeliling mengedarkan buku bacaan dari perpustakaan untuk dibaca di pojok baca tersebut (perpustakaan keliling).

Di setiap kelas juga disediakan tempat baca atau yang disebut sudut baca, yang koleksi bacaannya diperoleh dari sumbangan siswa dan masyarakat. Koleksinya direkomendasikan untuk diperbaharui dan ditambahkan.

Dalam meningkatkan kompetensi literasi anak, disiapkan mading di setiap kelas, yang diisi oleh karya siswa. Karya siswa yang dipajang direkomendasikan untuk diperbaharui dan dilombakan agar siswa lebih antusias mengisi mading kelasnya.

Keunikan SDN Cipinang Muara 05, yaitu memiliki zona inspirasi dan klinik tanaman. Zona inspirasi ini adalah bagian area sekolah yang disediakan untuk siswa atau guru melakukan aktivitas seperti menyelesaikan tugas, menyusun konsep, atau berkumpul untuk bercengkerama.

Selanjutnya klinik tanaman di SDN Cipinang Muara 05 adalah sebuah bagian area sekolah yang disediakan untuk merawat tanaman yang layu atau hampir mati agar bisa segar kembali. Berbagai jenis tamanan dapat dirawat di klinik tamanan ini. Tanaman yang saat ini banyak dirawat di klinik ini adalah jenis palem.

Pada kegiatan pendampingan, siswa-siswa direkomendasikan untuk ikut serta membantu merawat tanaman di klinik tanaman secara bergantian.

    Sri Rakhmawanti, S.E., M.M., Seksi FPMP

      Angkatan 1 (Penguatan Pendidikan Karakter) Kegiatan Pelatihan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) hari pertama tanggal 7 Agustus 2017 dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan dalam sambutannya tentang pentingnya penguatan pendidikan karakter. Hanya dengan karakter yang kuat dan kompetensi yang tinggilah jati diri bangsa menjadi kokoh, kolabarasi dan daya saing bangsa meningkat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan era abad 21. Untuk itu pendidikan nasional harus berfokus pada penguatan karakter disamping pembetukan kompetensi. Penguatan karakter bangsa menjadi salah satu butir Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah karsa (estetik), olah pikir (literasi) dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), yang kemudian disebut Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dengan menerapkan PPK diharapkan akan mengembangkan platforma pendidikan nasional yang meletakkan makna dan nilai karakter sebagai jiwa atau generator utama penyelenggaraan pendidikan dengan memperhatikan kondisi keberagaman satuan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Mengembalikan pendidikan karakter sebagai ruh dan fondasi pendidikan serta merevitalisasi dan memperkuat kapasitas ekosistem pendidikan (kepala sekolah, guru, pengawas dan komite sekolah) untuk mendukung perluasan implementasi pendidikan karakter. Modifikasi intrakurikuler agar lebih memiliki muatan pendidikan karakter. Kemudian ditambahkan kegiatan dalam kokurikuler dan ekstrakurikuler. Integrasi ketiganya diharapkan dapat menumbuhkan budi pekerti dan menguatkan karakter positif anak didik. Pengembangan nilai-nilai karakter dan optimalisasi pengembangan potensi peserta didik secara harmonis melalui keseimbangan filosofi pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara, olah hati (etik), olah karsa (estetik), olah pikir (literasi) dan olah raga (kinestetik) diharapkan akan menghasilkan generasi emas Indonesia yang religius, nasionalis, berintegritas, mandiri dan bergotong royong sesuai dengan tujuan pendidikan nasional berdasarkan pasal 3 UU no. 20 Sisdiknas tahun 2003. Semoga PPK dapat menumbuhkan semangat belajar dan mengoptimalkan potensi peserta didik sehingga menjadi warga negara yang memiliki karakter kuat, mencintai bangsanya dan mampu menjawab tantangan era global serta mampu menghadapi dinamika perubahan di masa depan dengan keterampilan abad 21.