Pelatihan Pengelolaan Kurikulum 2013 bagi Kepala Sekolah SMP

Pada hari Senin sampai dengan Kamis, tanggal 28 November sampai dengan 1 Desember 2016 bertempat di  Permata  Hotel Bogor telah berlangsung kegiatan Pelatihan Pengelolaan Kurikulum 2013 bagi Kepala Sekolah yang diikuti oleh seluruh kepala sekolah SMP di Provinsi DKI Jakarta baik negeri maupun swasta berjumlah 262 orang.

Tujuan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Kurikulum 2013 bagi Kepala Sekolah SMP adalah meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif, mengelola  pelaksanaan kurikulum, mengelola pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, dan menyelesaikan hambatan-hambatan pengelolaan pelaksanaan kurikulum 2013.

Pengarah dan penanggung jawab yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi  DKI Jakarta DR. Sopan Andrianto, Kepala LPMP DKI Jakarta Surya Fitri Nurulhuda, SE, M.Si. Narasumber atau fasilitator dalam kegiatan ini Drs.Tajuddin Nur,MM Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Elly Wismayanti Penanggung Jawab Kurikulum 2013 Direktorat PSMP, para widyaiswara LPMP DKI Jakarta dan guru Instruktur provinsi DKI Jakarta. Sedangkan panitia dalam kegiatan ini adalah fungsional Umum LPMP DKI Jakarta.

Materi pelatihan Pengelolaan Kurikulum 2013 terdiri dari materi umum, materi pokok, dan materi penunjang. Materi umum yaitu Kebijakan dan Dinamika Perkembangan Kurikulum, Gerakan penumbuhan Budi Pekerti dan Sekolah Aman, Gerakan Literasi dan Peran Keluarga dalam Pembelajaran Siswa.Materi pokok yaitu Kompetensi,Meteri Pembelajaran, dan Penilaian, Perancangan Rencana  Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Praktik Pembelajaran dan Penilaiangaran, Praktik Pengolahan dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar,Supervisi dan Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013. Sedangkan materi penunjang berupa tes awal dan akhir, Pembukaan dan Pengarahan Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidikan, Kebijakan Peningkatan Mutu Penddikan Provinsi DKI Jakarta dan Penutupan.

Mengingat pentingnya kegiatan pelatihan Pengelolaan Kurikulum 2013 bagi Kepala Sekolah SMP dari sejak persiapan, pelaksanaan dapat berjalan lancar sesuai rencana. Peserta pelatihan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias, aktif, partisipatif dan disiplin tinggi terbukti dengan tidak adanya peserta yang mengundurkan diri hingga akhir kegiatan. Hasil penilaian  seluruh aspek sangat memuaskan.

Kepala sekolah merupakan Leading Sector di satuan pendidikan. Keberhasilan satuan pendidikan tidak lepas dari peran kepala sekolah. Oleh karena itu sebagai kepala sekolah harus memiliki wawasan luas terkait dengan kemampuan. Salah satu kemampuan manajemen kepala sekolah adalah harus dapat mengelola kurikulum sebagai pedoman dalam  menjalankan kepemimpinan  di satuan pendidikan.

Pengelolaan kurikulum merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang telah dilakukan secara terus menerus,baik konvensional maupun inovatif. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena merupakan bagian yang menentukan perwujudan masyarakat masa depan sebagaimana dicita-citakan bangsa.

Pasal 4 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 menyatakan  bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah dapat melaksanakan kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai tahun 2019/2020. Ketentuan ini memberi kesempatan kepada sekolah yang belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 untuk tetap melaksanakan kurikulum 2006 sambil melakukan persiapan-persiapan sehingga selambat-lambatnya pada tahun 2020 sekolah tersebut telah mengimplementasikan kurikulum 2013 secara optimal.

Kebijakan pemerintah dengan menerapkan kurikulum 2013 ini tidak akan berjalan dengan baik dan mencapai kesuksesan apabila tidak didukung semua pihak. Kunci sukses pertama yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum 2013 adalah kepemimpinan kepala sekolah terutama dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menyelaraskan semua sumber daya pendidikan yang tersedia untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Dalam rangka menyukseskan implementasi kurikulum 2013 diperlukan kepala sekolah yang mandiri dan professional dengan kemampuan manajemen serta kepemimpinan yang tangguh, mampu mengambil keputusan dan prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah.

Peran penting kepala sekolah dalam keberhasilan implementasi kurikulum 2013 diantaranya adalah :1) Mengelola manajemen perubahan, kepala sekolah sebagai seorang manajer dan pimpinan sekolah, harus mampu memimpin dan mempengaruhi warga sekolah untuk melaksanakan perubahan sesuai tuntutan kurikulum 2013; 2) Mampu mengembangkan budaya sekolah, sekolah sebagai agen perubahan budaya perlu merumuskan rencana, strategi pengembangan, monitoring dan evaluasi pembangunan budaya sekolah; 3) Melaksanakan supervisi akademik, membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran; 4) melaksanakan pengelolaan pembelajaran, kepala sekolah mampu memimpin pembelajaran efektif yang mengkomunikasikan harapan yang tinggi untuk siswa mereka.

    Angkatan 1 (Penguatan Pendidikan Karakter) Kegiatan Pelatihan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) hari pertama tanggal 7 Agustus 2017 dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan dalam sambutannya tentang pentingnya penguatan pendidikan karakter. Hanya dengan karakter yang kuat dan kompetensi yang tinggilah jati diri bangsa menjadi kokoh, kolabarasi dan daya saing bangsa meningkat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan era abad 21. Untuk itu pendidikan nasional harus berfokus pada penguatan karakter disamping pembetukan kompetensi. Penguatan karakter bangsa menjadi salah satu butir Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah karsa (estetik), olah pikir (literasi) dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), yang kemudian disebut Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dengan menerapkan PPK diharapkan akan mengembangkan platforma pendidikan nasional yang meletakkan makna dan nilai karakter sebagai jiwa atau generator utama penyelenggaraan pendidikan dengan memperhatikan kondisi keberagaman satuan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Mengembalikan pendidikan karakter sebagai ruh dan fondasi pendidikan serta merevitalisasi dan memperkuat kapasitas ekosistem pendidikan (kepala sekolah, guru, pengawas dan komite sekolah) untuk mendukung perluasan implementasi pendidikan karakter. Modifikasi intrakurikuler agar lebih memiliki muatan pendidikan karakter. Kemudian ditambahkan kegiatan dalam kokurikuler dan ekstrakurikuler. Integrasi ketiganya diharapkan dapat menumbuhkan budi pekerti dan menguatkan karakter positif anak didik. Pengembangan nilai-nilai karakter dan optimalisasi pengembangan potensi peserta didik secara harmonis melalui keseimbangan filosofi pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara, olah hati (etik), olah karsa (estetik), olah pikir (literasi) dan olah raga (kinestetik) diharapkan akan menghasilkan generasi emas Indonesia yang religius, nasionalis, berintegritas, mandiri dan bergotong royong sesuai dengan tujuan pendidikan nasional berdasarkan pasal 3 UU no. 20 Sisdiknas tahun 2003. Semoga PPK dapat menumbuhkan semangat belajar dan mengoptimalkan potensi peserta didik sehingga menjadi warga negara yang memiliki karakter kuat, mencintai bangsanya dan mampu menjawab tantangan era global serta mampu menghadapi dinamika perubahan di masa depan dengan keterampilan abad 21.