In House Training (IHT) Penguatan Layanan Prima Bagi Tenaga Keamanan dan Kebersihan LPMP DKI Jakarta

In House Training (IHT) Penguatan Layanan Prima Bagi Tenaga Keamanan dan Kebersihan LPMP DKI telah dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan 9 Februari 2017 di LPMP DKI Jakarta.  Kegiatan IHT ini termasuk salah satu kegiatan yang dilaksanakan di awal tahun 2017, yang menunjukkan perhatian dan kepedulian Pimpinan di LPMP DKI Jakarta terhadap peran Tenaga Keamanan dan Kebersihan.  Hal ini mengingat Tenaga Keamanan dan Kebersihan merupakan ujung tombak LPMP DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan.  Saat ada pengguna atau pelanggan datang ke LPMP DKI Jakarta, yang akan dijumpai pertama tentu Pak Satpam (Tenaga Keamanan), yang melayani dan memberikan bantuan yang diperlukan oleh pelanggan.  Setelah itu, pelanggan masuk ke lingkungan LPMP DKI Jakarta, serta dapat melihat langsung bagaimana kondisi kebersihan bangunan dan lingkungan LPMP DKI Jakarta, yang tak lain adalah hasil kerja dari Tenaga Kebersihan. 

Hal tersebut di atas tentu disadari oleh Pimpinan bahwa salah satu komponen keberhasilan LPMP DKI Jakarta dalam melayani tupoksinya adalah terpenuhinya harapan dan kebutuhan pelanggan (pelayanan prima atau excelent service).  Pelayanan Prima adalah suatu pelayanan yang terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan, artinya pelayanan yang sudah memenuhi standar kualitas.

Pelayanan yang diberikan oleh Tenaga Keamanan atau Satpam (Security) dan Layanan Kebersihan atau Cleaning Service (CS) tidak bisa dianggap remeh, karena berkaitan langsung dengan keamanan, kenyamanan, dan kepuasan pelanggan dalam mengunakan pelayanan LPMP DKI Jakarta.  Sehingga diperlukan pembinaan, pembekalan, pendidikan, dan pelatihan yang  terarah dan terukur kepada Tenaga Keamanan atau Satpam (Security) dan Layanan Kebersihan atau Cleaning Service (CS).

Kepala LPMP DKI Jakarta, Bapak Surya Fitri Nurulhuda, SE, M.Si sedang memberikan materi Kebijakan kepala LPMP DKI Jakarta

Kegiatan IHT Penguatan Layanan Prima Bagi Tenaga Keamanan dan Kebersihan Tahun 2017  dilaksanakan selama 3 hari (32 JP)  yaitu dari tanggal 7  s.d. 9 Februari 2017, bertempat di LPMP DKI Jakarta, Jl. Nangka no. 60, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.  Pembukaannya dilakukan oleh Kepala Subbag Umum LPMP DKI Jakarta, Bapak R. Syamsul Arifin, S.Sos mewakili Kepala LPMP DKI Jakarta yang sedang berhalangan hadir.  Namun Kepala LPMP DKI Jakarta, Bapak Surya Fitri Nurulhuda, SE, M.Si tetap menyempatkan memberikan Kebijakan Kepala LPMP DKI Jakarta pada jam pelajaran berikutnya.   

Tujuannya IHT ini adalah dapat terlaksananya Pelayanan yang Prima dan Handal terhadap pelanggan khususnya di bidang Pelayanan Fasilitas Diklat yang meliputi proses keamanan dan kenyamanan dalam penerimaan tamu, fasilitas yang siap pakai, konsumsi yang representatif, penginapan yang nyaman, pelayanan yang profesional.  Selain itu, peserta juga memperoleh keseragaman pengetahuan, pemahaman, komitmen yang tinggi, dan keterampilan kerja yang tinggi dari SDM  tenaga keamanan (Satpam) dan tenaga kebersihan (Cleaning service) di lingkungan LPMP DKI Jakarta.  Dari IHT ini diharapkan peserta memperoleh pengetahuan, pemahaman, komitmen yang tinggi, dan keterampilan kerja yang diperoleh dalam melakukan pelayanan sehari-hari di lingkungan LPMP DKI Jakarta.

Metode yang dilakukan adalah Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi dan praktek layanan prima.   Narasumber kegiatan IHT Penguatan Layanan Prima Bagi Tenaga Keamanan dan Kebersihan Tahun 2017 ini dari LPMP DKI Jakarta, Kapolsek Jagakarsa, Hotel Keraton, dan Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid.

Peserta Penguatan Layanan Prima Bagi Tenaga Keamanan dan Kebersihan LPMP DKI Jakarta Tahun 2017 berjumlah dari 60 orang, yang terdiri atas 17 orang Tenaga Keamanan dan 43 Tenaga Kebersihan.

Materi yang diberikan ada yang bersifat umum dan khusus.  Materi umum yaitu materi yang diberikan kepada Peserta Tenaga Keamanan maupun Tenaga Kebersihan, misalnya Kebijakan Kepala LPMP DKI Jakarta;  Pengembangan Diri;  Konsep Dasar Layanan Prima;  Grooming/Performance;  Pengetahuan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan;  dan Simulasi pemadaman kebakaran.

Materi khusus yaitu materi yang diberikan kepada hanya kepada Tenaga Keamanan atau kepada Tenaga Kebersihan saja.  Hal ini menjadikan peserta dibagi menjadi dua kelas, yaitu Kelas A, untuk Tenaga Keamanan dan Kelas B untuk Tenaga Kebersihan.  Materi khusus Tenaga Keamanan antara lain Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Pengawalan (Turjawali);  Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satpam;  Kode Etik Profesi;  Pengetahuan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya;  dan Pengetahuan tongkat Polri dan borgol.

Materi khusus untuk Tenaga Kebersihan antara lain Etika Dalam Layanan;  Pengetahuan dan Praktek tentang Kerapihan, Kebersihan, serta Tata Ruang;  Teori dan Praktek Penggunaan Alat Kebersihan dan bahan chemical;  Housekeeping;  Teknik melayani keberatan dan keluhan pelanggan (handling complaint);  Pengetahuan dan Praktek Membuat Taman, Lay out Ruangan, dan Layanan Pemeliharaan.

Simulasi Pemadaman Kebakaran

Ada yang menarik saat materi Simulasi pemadaman kebakaran, yaitu seluruh Peserta diberikan penjelasan sekaligus simulasi mengatasi pemadaman kebakaran, baik dengan menggunakan karung basah, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang berisi serbuk maupun gas karbon dioksida.  Peserta ada yang langsung berani mencoba, maupun ada juga yang agak takut-takut dalam mencoba memadamkan api di dalam drum.  Namun dengan bimbingan dari Narasumber, akhirnya seluruh peserta mau mencoba memadamkan api.

Saat penutupan, ada kesan dan pesan yang disampaikan oleh perwakilan peserta, yaitu Pak Ekram Sanaki dari Kelas Tenaga Keamanan dan Pak Adang Suryana dari Kelas Tenaga Kebersihan yang menyatakan terkesan, senang, dan bangga sudah diberikan kesempatan ikut dalam IHT yang memberikan pengetahuan, pengalaman, dan praktik yang berguna untuk pelaksanaan tugas sehari-hari. (HM 2017)

    LPMP DKI Jakarta bekerjasama dengan Yayasan Batutis Al-Ilmi Bekasi menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik bagi Tim Publikasi LPMP DKI Jakarta di Pusdiklat Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Depok, Jawa Barat. Pelatihan berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 14 sampai dengan 16 Juni 2017. Pada acara pembukaan Kepala LPMP DKI Jakarta, Bapak Surya Fitri Nurulhuda, SE, M.Si mengamanatkan pada para peserta pelatihan agar dapat memanfaatkan waktu dan materi yang disampaikan narasumber untuk meningkatkan pengetahuan tentang jurnalistik khususnya bagaimana cara menulis berita agar setelah kegiatan ini berakhir para peserta dapat menyumbangkan tulisan-tulisan yang dapat menjadikan publikasi LPMP seperti laman website, sosial media maupun media publikasi lainnya dapat hidup dan bangkit kembali. Pada saat penyampaian materi, Yudhistira ANM Massardi & Tim selaku narasumber dari Yayasan Batutis Al-Ilmi menekankan perlunya unsur 5W 1H + FAKTA dalam sebuah penulisan berita. 5W yang dimaksud adalah What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana) dan Why (kenapa) serta 1 H yaitu How (bagaimana), sedangkan dalam mendeskripsikan lebih lanjut atau penulisan investigasi yang dikembangkan adalah unsur Why dan How. Selanjutnya bagaimana susunan redaksi dalam struktur penerbitan juga merupakan hal yang tak kalah penting, karena di sanalah dapur dalam penerbitan berita. Selain materi di atas pada pelatihan ini juga diulas mengenai bagaimana menulis kreatif, Dasar-dasar fotografi, dan publikasi web.  Materi pelatihan disampaikan dengan cara yang cukup menarik perhatian peserta disertai praktek agar peserta dapat secara langsung memahami materi yang disampaikan narasumber. Pelatihan ini dianggap perlu dilaksanakan mengingat beberapa tahun terakhir publikasi di LPMP DKI Jakarta bagaikan matisuri, Bulletin KIAS pernah terbit beberapa tahun yang lalu, tahun ini sedang direncanakan untuk diterbitkan lagi. Untuk media website LPMP sendiri sempat vakum beberapa tahun sampai akhirnya membuat Kepala LPMP tergelitik untuk menghidupkan kembali laman website yang menurutnya merupakan salah satu media yang cukup penting dan inovatif dalam menyampaikan berita atau peristiwa yang saat ini terjadi di dunia pendidikan khususnya di lingkungan LPMP DKI. Membangkitkan semangat menulis pegawai yang memiliki tugas dan kegiatan masing-masing bukan merupakan hal yang mudah. Kegiatan yang beruntun diantara waktu yang terus berjalan ditambah kemampuan menulis yang terbatas membuat publikasi LPMP sulit berkembang.  Susunan Dewan Redaksi saat ini pun belum mampu bekerja secara optimal. Beruntung Pimpinan saat ini memiliki perhatian yang khusus akan pentingnya publikasi sehingga kegiatan pelatihan jurnalistik bagi tim publikasi didukung secara penuh, tinggal bagaimana para peserta memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meningkatkan kemampuan menulis dan kemampuan pendukung jurnalistik lainnya agar dapat memberikan sumbangsih yang optimal pada kemajuan publikasi LPMP khususnya dan kemajuan pendidikan Indonesia pada umumnya.(okt)