Implementasi Manajemen Cycling Untuk Meningkatkan Disiplin Guru Sebagai Bentuk Rencana Pengawasan Manajerial

Sudarwati - Pengawas TK/SD Jakarta Selatan

Abstract. Teachers are role models for students. Therefore, anything done by teachers has always been an example for the students. Delay teacher entered the classroom and leave the teaching hours can be a factor in the lack of disiplin. This research to improve teacher discipline, reducing the number of teachers who did not show up to teach, and reduce the number of teachers who are late to class. This research was conducted in the target area II District Pancoran with research subjects of elementary school teachers Duren Tiga Duren Tiga SDN 07 and 05 are implemented in the academic year 2015‐2016 one term. This research is using the school management actions Cycling. Management Cycling is a management concept that means efforts to create new theories or concepts (certainly more effective) deals with how to manage a school with a six‐step through a cycle or cycling. The sixth step is “reorienting, relearning, replanning, redoing, rechecking and re‐acting”. The pattern of cycles used a total of three cycles. The pattern starts of control, improvement/enhancement, maintenance, action, planning, inspection and implementation. Control needs to be done on the input product, the process or the implementation of teaching until the end of the output. The results using Cycling majemen the data obtained in the first cycle of discipline teacher attendance rate of 70% attendance in school, the second cycle increased 5% or 75% of teachers are absent from school. In the third cycle very significant increase or a 90% attendance of teachers in schools already meet the indicators of success using this method. So can the management dikemukan Cycling can improve teacher discipline in schools, especially attendance and tardiness.

Key words: cycling management, discipline, performance, teacher

Abstrak. Guru adalah panutan bagi siswa. Oleh karena itu, apapun yang dilakukan oleh guru selalu menjadi contoh bagi anak didiknya. Keterlambatan guru masuk kelas dan meninggalkan jam mengajar dapat menjadi faktor kurangnya disiplin.Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan disiplin guru, mengurangi jumlah guru yang tidak hadir mengajar, dan mengurangi jumlah guru yang terlambat masuk kelas. Penelitian ini dilakukan di wilayah binaan II Kecamatan Pancoran dengan subjek penelitian guru SD Duren Tiga 07 dan SDN Duren Tiga 05 yang dilaksanakan pada tahun ajaran 2015‐2016 semester satu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah dengan menggunakan manajemen Cycling. Adapun yang dimaksud manajemen Cycling adalah sebuah konsep manajemen yang berarti upaya‐upaya untuk menciptakan teori atau konsep baru (tentunya yang lebih efektif) berkaitan dengan cara mengelola sebuah sekolah dengan enam langkah melalui sebuah siklus atau cycling. Keenam langkah tersebut adalah “reorienting, relearning, replanning, redoing, rechecking, dan re‐acting”. Pola siklus yang digunakan sebanyak tiga siklus. Pola yang digunakan dimulai dari pengendalian, perbaikan/peningkatan, pemeliharaan, tindakan, perencanaan, pemeriksaan dan pelaksanaan. Pengendalian perlu dilakukan terhadap produk input, proses pengerjaan atau implementasi KBM hingga akhir output. Hasil penelitian dengan menggunakan majemen Cycling didapat data pada siklus I tingkat disiplin kehadiran guru 70% hadir di sekolah, Siklus II mengalami peningkatan 5% atau sebanyak 75% guru sudah hadir di sekolah. Pada siklus III peningkatan yang sangat signifikan atau 90% kehadiran guru di sekolah sudah memenuhi indikator keberhasilan dengan menggunakan metode ini. Jadi dapat dikemukan manajemen Cycling dapat meningkatkan disiplin guru di sekolah terutama kehadiran dan keterlambatan.

Kata kunci: manajemen cycling, disiplin, kinerja guru

    Selamat datang di LPMP DKI Jakarta ---- Selamat datang di LPMP DKI Jakarta ---- Selamat datang di LPMP DKI Jakarta ----