Bimtek Sekretariat Tim Penilai Angka Kredit (PAK) Jabatan Fungsional Guru tahun 2017

Guru adalah Pegawai Negeri Sipil yang memangku jabatan fungsional, yang prestasi kerjanya dinilai berdasarkan angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Penilaian prestasi kerja guru, yang ditandai dengan pemberian angka kredit pada setiap kegiatan yang telah dilakukan, dilaksanakan oleh TIM Penilai Angka Kredit. Tim Penilai ini sudah memiliki sertifikat berdasarkan pada keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Berdasarkan amanat dalam Permenegpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009, tim penilai angka kredit dibantu oleh sekretariat tim penilai yang dibentuk mulai dari tingkat pusat sampai daerah. LPMP merupakan unit pelaksana teknis atau kepanjangan tangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan diberdayakan keberadaannya sebagai tempat pelaksanaan penilaian angka kredit bagi guru di provinsi tersebut.

Bimtek Sekretariat Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru dilaksanakan pada tanggal 27 Februari s.d. 3 Maret 2017 bertempat di Hotel The Sahira Kota Bogor, Jawa Barat, dengan sasaran petugas Sekretariat Tim PAK dari LPMP dari 33 Provinsi di Indonesia. Narasumber kegiatan ini dari Direktorat Pembinaan Guru Dikmen , Biro Kepegawaian dan Tim SIMPAK, diantaranya adalah : Dra, Maria Widiani, M.A, Zainal Arifin, Yuniarti Kusnanningsih, Sarmin, M.Pd, Medina Desianty, S.T., Aat Rachmawati dan Fuad Hasan.

LPMP DKI Jakarta termasuk salah satu dari 25 (dua puluh lima) provinsi yang ditunjuk sebagai unit pelaksana teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membantu pelaksanaan kesekretariatan tim penilai PAK. Bimtek ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang sama mengenai pengelolaan pengusulan DUPAK jabatan fungsional guru dan ketrampilan menggunakan SIM PAK bagi Tim Sekretariat PAK di LPMP.

Tim Sekretariat LPMP sebagai pelaksana teknis, bertugas :

  1. Menerima dan mengadministrasikan usulan penetapan angka kredit guru.
  2. Memeriksa kebenaran dokumen kepegawaian
  3. Memeriksa kelengkapan dan kebenaran bukti-bukti fisik DUPAK.
  4. Memasukkan data hasil penilaian dalam database penilaian angka kredit guru.
  5. Menyiapkan persidangan penilaian prestasi kerja.
  6. Menyiapkan keperluan TIM Penilai dalam melaksanakan tugasnya.
  7. Mendokumentasikan hasil kerja Tim Penilai dan bukti hasil prestasi kerja yang telah dinilai.
  8. Mengelola Sistem Informasi Penetapan Angka Kredit (SIMPAK).
  9. Menyajikan daftar nominative hasil penilaian DUPAK Guru.
  10. Menyiapkan berita acara kegiatan penilaian DUPAK Guru.
  11. Melaporkan Pelaksanaan penilaian prestasi kerja Guru kepada Ketua Tim Penilai.

Berkas kelengkapan DUPAK guru di Provinsi DKI Jakarta dapat dikirimkan melalui

PO BOX 1026 JKS 12010

dan guru tidak diperkenankan melakukan kontak langsung ke petugas sekretariat yang ada di LPMP.

    LPMP DKI Jakarta bekerjasama dengan Yayasan Batutis Al-Ilmi Bekasi menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik bagi Tim Publikasi LPMP DKI Jakarta di Pusdiklat Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Depok, Jawa Barat. Pelatihan berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 14 sampai dengan 16 Juni 2017. Pada acara pembukaan Kepala LPMP DKI Jakarta, Bapak Surya Fitri Nurulhuda, SE, M.Si mengamanatkan pada para peserta pelatihan agar dapat memanfaatkan waktu dan materi yang disampaikan narasumber untuk meningkatkan pengetahuan tentang jurnalistik khususnya bagaimana cara menulis berita agar setelah kegiatan ini berakhir para peserta dapat menyumbangkan tulisan-tulisan yang dapat menjadikan publikasi LPMP seperti laman website, sosial media maupun media publikasi lainnya dapat hidup dan bangkit kembali. Pada saat penyampaian materi, Yudhistira ANM Massardi & Tim selaku narasumber dari Yayasan Batutis Al-Ilmi menekankan perlunya unsur 5W 1H + FAKTA dalam sebuah penulisan berita. 5W yang dimaksud adalah What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana) dan Why (kenapa) serta 1 H yaitu How (bagaimana), sedangkan dalam mendeskripsikan lebih lanjut atau penulisan investigasi yang dikembangkan adalah unsur Why dan How. Selanjutnya bagaimana susunan redaksi dalam struktur penerbitan juga merupakan hal yang tak kalah penting, karena di sanalah dapur dalam penerbitan berita. Selain materi di atas pada pelatihan ini juga diulas mengenai bagaimana menulis kreatif, Dasar-dasar fotografi, dan publikasi web.  Materi pelatihan disampaikan dengan cara yang cukup menarik perhatian peserta disertai praktek agar peserta dapat secara langsung memahami materi yang disampaikan narasumber. Pelatihan ini dianggap perlu dilaksanakan mengingat beberapa tahun terakhir publikasi di LPMP DKI Jakarta bagaikan matisuri, Bulletin KIAS pernah terbit beberapa tahun yang lalu, tahun ini sedang direncanakan untuk diterbitkan lagi. Untuk media website LPMP sendiri sempat vakum beberapa tahun sampai akhirnya membuat Kepala LPMP tergelitik untuk menghidupkan kembali laman website yang menurutnya merupakan salah satu media yang cukup penting dan inovatif dalam menyampaikan berita atau peristiwa yang saat ini terjadi di dunia pendidikan khususnya di lingkungan LPMP DKI. Membangkitkan semangat menulis pegawai yang memiliki tugas dan kegiatan masing-masing bukan merupakan hal yang mudah. Kegiatan yang beruntun diantara waktu yang terus berjalan ditambah kemampuan menulis yang terbatas membuat publikasi LPMP sulit berkembang.  Susunan Dewan Redaksi saat ini pun belum mampu bekerja secara optimal. Beruntung Pimpinan saat ini memiliki perhatian yang khusus akan pentingnya publikasi sehingga kegiatan pelatihan jurnalistik bagi tim publikasi didukung secara penuh, tinggal bagaimana para peserta memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meningkatkan kemampuan menulis dan kemampuan pendukung jurnalistik lainnya agar dapat memberikan sumbangsih yang optimal pada kemajuan publikasi LPMP khususnya dan kemajuan pendidikan Indonesia pada umumnya.(okt)