BIMTEK Penyusunan dan Pengelolaan Bahan Iinformasi dan Publikasi Tahun 2017

Era Keterbukaan ditandai dengan adanya tuntutan tata kelola kepemerintahan yang baik (Good Governance) yang mensyaratkan adanya akuntabilitas, transparasi dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses terjadinya kebijakan publik. Ditambah lagi dengan modernisasi teknologi informasi dan komunikasi memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan dengan mudah dan cepat. Dengan keadaan tersebut, pemerintah dituntut untuk membuka diri kepada masyarakat untuk memberikan infomasi-informasi dan kebijakan-kebijakan yang sangat diperlukan serta mudah diakses dari mana saja. Terlebih dengan adanya UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) maka pemerintah diamanatkan untuk membuka informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan kepada masyarakat.

Bimtek ini bertujuan agar peserta memahami Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik, hak dan tata cara memperoleh infofrmasi dan standar layanan informasi publik dan memahami tentang pentingnya pengumuman informasi publik (baik yang berkala maupun yang serta merta).
Bimtek Penyusunan dan Pengelolaan Bahan Informasi dan Publikasi tahuin 2017 ini dilaksanakan pada hari Selasa s.d Jum’at, 7 s.d 10 Maret 2017. bertempat di Pusdiklat Pegawai Kemdikbud, Jalan Bojongsari Gang Senk KM. 19, Serua, Bojongsari, Serua, Depok, Kota Depok, Jawa Barat.

Narasumber pada kegiatan beraal dari Biro Humas Komunikasi dan Layanan Masyarakat,Sekretariat Jenderal Kemdikbud. Diantaranya adalah : Drs. Setiyono, M.Si., Taufik, S.H, R.M. Sigid Nurkusumo, S.H dan Anang Ristanto, S.E., M.A.

Beberapa rekomendasi dari kegiatan bimtek ini antara lain :

LPMP DKI Jakarta sebagai Badan Publik perlu melakukan beberapa langkah berikut dalam membangun layanan informasi publik, diantaranya :

  • Menunjuk dan dan mengangkat mengangkat Pejabat Pejabat Pengelola Informasi Publik (PPID)
  • Membangun dan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi untuk mengelola informasi publik secara baik dan efisien.
  • Menganggarkan pembiayaan secara memadai bagi layanan informasi publik.
  • Menyediakan sarana dan prasarana layanan informasi publik termasuk papan pengumuman dan meja informasi disetiap kantor badan publik serta situs resmi bagi badan publik negara.
  • Menetapkan standar biaya perolehan salinan informasi publik
  • Menetapkan dan memutakhirkan secara berkala Daftar Informasi Publik atas seluruh informasi publik yang dikelola.

Sebagai Badan publik, LPMP DKI Jakarta perlu menyusun Klasifikasi Informasi Publik Berdasarkan Status dan Prosedur Penyediaan

  • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara berkala. Disediakan/diumumkan secara rutin, teratur, dan dalam jangka waktu tertentu setidaknya setiap 6 bulan sekali, mencakup: informasi berkaitan dengan Badan Publik (profil, kedudukan, kepengurusan, maksud & tujuan didirikannya badan publik); informasi kegiatan dan kinerja Badan Publik;
  • Informasi Yang harus diumumkan secara serta merta yaitu :
    Wajib diumumkan tanpa penundaan; Menyangkut ancaman terhadap hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum; Informasi aktif. Artinya informasi yang wajib diumumkan seketika terjadinya keadaan yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum; Misal: informasi tentang bencana, kerusuhan massal, dll.

Memberikan layanan informasi publik

  • Melakukan pengklasifikasian dan pendokumentasian informasi publik;
  • Buat daftar informasi publik dan daftar informasi yang dikecualikan;
  • Berikan layanan informasi proaktif (mengumumkan secara berkala), dan memberikan layanan informasi atas dasar permintaan (layanan pasif).

 

(Seksi SI LPMP DKI Jakarta – 2017)

    In House Training (IHT) Penguatan Layanan Prima Bagi Tenaga Keamanan dan Kebersihan LPMP DKI telah dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan 9 Februari 2017 di LPMP DKI Jakarta.  Kegiatan IHT ini termasuk salah satu kegiatan yang dilaksanakan di awal tahun 2017, yang menunjukkan perhatian dan kepedulian Pimpinan di LPMP DKI Jakarta terhadap peran Tenaga Keamanan dan Kebersihan.  Hal ini mengingat Tenaga Keamanan dan Kebersihan merupakan ujung tombak LPMP DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan.  Saat ada pengguna atau pelanggan datang ke LPMP DKI Jakarta, yang akan dijumpai pertama tentu Pak Satpam (Tenaga Keamanan), yang melayani dan memberikan bantuan yang diperlukan oleh pelanggan.  Setelah itu, pelanggan masuk ke lingkungan LPMP DKI Jakarta, serta dapat melihat langsung bagaimana kondisi kebersihan bangunan dan lingkungan LPMP DKI Jakarta, yang tak lain adalah hasil kerja dari Tenaga Kebersihan.  Hal tersebut di atas tentu disadari oleh Pimpinan bahwa salah satu komponen keberhasilan LPMP DKI Jakarta dalam melayani tupoksinya adalah terpenuhinya harapan dan kebutuhan pelanggan (pelayanan prima atau excelent service).  Pelayanan Prima adalah suatu pelayanan yang terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan, artinya pelayanan yang sudah memenuhi standar kualitas. Pelayanan yang diberikan oleh Tenaga Keamanan atau Satpam (Security) dan Layanan Kebersihan atau Cleaning Service (CS) tidak bisa dianggap remeh, karena berkaitan langsung dengan keamanan, kenyamanan, dan kepuasan pelanggan dalam mengunakan pelayanan LPMP DKI Jakarta.  Sehingga diperlukan pembinaan, pembekalan, pendidikan, dan pelatihan yang  terarah dan terukur kepada Tenaga Keamanan atau Satpam (Security) dan Layanan Kebersihan atau Cleaning Service (CS). [caption id="attachment_997" align="alignleft" width="300"] Kepala LPMP DKI Jakarta, Bapak Surya Fitri Nurulhuda, SE, M.Si sedang memberikan materi Kebijakan kepala LPMP DKI Jakarta[/caption] Kegiatan IHT Penguatan Layanan Prima Bagi Tenaga Keamanan dan Kebersihan Tahun 2017  dilaksanakan selama 3 hari (32 JP)  yaitu dari tanggal 7  s.d. 9 Februari 2017, bertempat di LPMP DKI Jakarta, Jl. Nangka no. 60, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.  Pembukaannya dilakukan oleh Kepala Subbag Umum LPMP DKI Jakarta, Bapak R. Syamsul Arifin, S.Sos mewakili Kepala LPMP DKI Jakarta yang sedang berhalangan hadir.  Namun Kepala LPMP DKI Jakarta, Bapak Surya Fitri Nurulhuda, SE, M.Si tetap menyempatkan memberikan Kebijakan Kepala LPMP DKI Jakarta pada jam pelajaran berikutnya.    Tujuannya IHT ini adalah dapat terlaksananya Pelayanan yang Prima dan Handal terhadap pelanggan khususnya di bidang Pelayanan Fasilitas Diklat yang meliputi proses keamanan dan kenyamanan dalam penerimaan tamu, fasilitas yang siap pakai, konsumsi yang representatif, penginapan yang nyaman, pelayanan yang profesional.  Selain itu, peserta juga memperoleh keseragaman pengetahuan, pemahaman, komitmen yang tinggi, dan keterampilan kerja yang tinggi dari SDM  tenaga keamanan (Satpam) dan tenaga kebersihan (Cleaning service) di lingkungan LPMP DKI Jakarta.  Dari IHT ini diharapkan peserta memperoleh pengetahuan, pemahaman, komitmen yang tinggi, dan keterampilan kerja yang diperoleh dalam melakukan pelayanan sehari-hari di lingkungan LPMP DKI Jakarta. Metode yang dilakukan adalah Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi dan praktek layanan prima.   Narasumber kegiatan IHT Penguatan Layanan Prima Bagi Tenaga Keamanan dan Kebersihan Tahun 2017 ini dari LPMP DKI Jakarta, Kapolsek Jagakarsa, Hotel Keraton, dan Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid. Peserta Penguatan Layanan Prima Bagi Tenaga Keamanan dan Kebersihan LPMP DKI Jakarta Tahun 2017 berjumlah dari 60 orang, yang terdiri atas 17 orang Tenaga Keamanan dan 43 Tenaga Kebersihan. Materi yang diberikan ada yang bersifat umum dan khusus.  Materi umum yaitu materi yang diberikan kepada Peserta Tenaga Keamanan maupun Tenaga Kebersihan, misalnya Kebijakan Kepala LPMP DKI Jakarta;  Pengembangan Diri;  Konsep Dasar Layanan Prima;  Grooming/Performance;  Pengetahuan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan;  dan Simulasi pemadaman kebakaran. Materi khusus yaitu materi yang diberikan kepada hanya kepada Tenaga Keamanan atau kepada Tenaga Kebersihan saja.  Hal ini menjadikan peserta dibagi menjadi dua kelas, yaitu Kelas A, untuk Tenaga Keamanan dan Kelas B untuk Tenaga Kebersihan.  Materi khusus Tenaga Keamanan antara lain Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Pengawalan (Turjawali);  Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satpam;  Kode Etik Profesi;  Pengetahuan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya;  dan Pengetahuan tongkat Polri dan borgol. Materi khusus untuk Tenaga Kebersihan antara lain Etika Dalam Layanan;  Pengetahuan dan Praktek tentang Kerapihan, Kebersihan, serta Tata Ruang;  Teori dan Praktek Penggunaan Alat Kebersihan dan bahan chemical;  Housekeeping;  Teknik melayani keberatan dan keluhan pelanggan (handling complaint);  Pengetahuan dan Praktek Membuat Taman, Lay out Ruangan, dan Layanan Pemeliharaan. [caption id="attachment_996" align="alignright" width="300"] Simulasi Pemadaman Kebakaran[/caption] Ada yang menarik saat materi Simulasi pemadaman kebakaran, yaitu seluruh Peserta diberikan penjelasan sekaligus simulasi mengatasi pemadaman kebakaran, baik dengan menggunakan karung basah, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang berisi serbuk maupun gas karbon dioksida.  Peserta ada yang langsung berani mencoba, maupun ada juga yang agak takut-takut dalam mencoba memadamkan api di dalam drum.  Namun dengan bimbingan dari Narasumber, akhirnya seluruh peserta mau mencoba memadamkan api. Saat penutupan, ada kesan dan pesan yang disampaikan oleh perwakilan peserta, yaitu Pak Ekram Sanaki dari Kelas Tenaga Keamanan dan Pak Adang Suryana dari Kelas Tenaga Kebersihan yang menyatakan terkesan, senang, dan bangga sudah diberikan kesempatan ikut dalam IHT yang memberikan pengetahuan, pengalaman, dan praktik yang berguna untuk pelaksanaan tugas sehari-hari. (HM 2017)