Bimbingan Teknis Penyegaran Instruktur Kab/Kota SMK angkatan 2

Implementasi Kurikulum 2013 merupakan program nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Target nasional tahun 2017 adalah 60% dari seluruh jumlah sekolah di Indonesia mengimplementasikan Kurikulum 2013. Khusus DKI Jakarta, sekolah pelaksana Kurikulum 2013 jenjang SMK tahun 2017 mencapai 100%. Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Instruktur Kabupaten/Kota jenjang SMK Angkatan 2 ini dilaksanakan tanggal 2 – 5 Mei 2017 dengan jumlah peserta 298 orang dari unsur Kepala Seksi SMK, Koordinator Pengawas SMK, Pengawas SMK dan Kepala Sekolah SMK. Kegiatan bimtek ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Kemdikbud Ir. Totok Suprayitno, Ph.D.

“Pendidikan harus membuat well-rounded peserta didik (keseluruhan kemampuan sikap, ketrampilan dan pengetahuan),” disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Kemdikbud Ir. Totok Suprayitno, Ph.D. “SMK adalah sekolah yang menyiapkan anak-anak untuk siap bekerja. Pertanyaannya : bagaimana jika pekerjaan yang kita kenali saat ini dan anak-anak kita siapkan untuk pekerjaan itu ternyata di masa mendatang pekerjaan itu tidak ada lagi atau digantikan pekerjaan lain. Apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal seperti ini? Implikasi dari situasi ini adalah kita mempunyai tugas untuk memberikan pelajaran/mendidik anak-anak kita menjadi long life learner (pembelajar sepanjang hayat). Buat anak-anak kita belajar kemampuan inti untuk menyongsong masa depan. Ajarilah anak-anak pilar-pilar Kurikulum 2013 yaitu learning to learn (belajar untuk belajar) dan learning to innovate (belajar untuk berinovasi),” lanjut Pak Totok.

Inti kurikulum adalah melakukan revolusi dalam pembelajaran. Kurikulum 2013 diharapkan menjadikan pembelajaran yang mendidik sikap, ketrampilan, dan pengetahuan sebagai satu kesatuan yang holistik (tidak terpisahkan) dan pembelajaran diberikan keleluasan untuk saling bertukar pengalaman, berkreasi dan berinovasi.

    Sri Rakhmawanti, S.E., M.M., Seksi FPMP